Back to Archive

Nikmatnya kopi tubruk di tepian kota

Kopi tubruk merupakan sebuah tradisi kuno dari ber abad abad lalu yang dibawa oleh penjajah ketanah Indonesia. Hingga kini, kopi tubruk masih menjadi minuman favorit dikala ronda malam ataupun teman lembur kerja. Sayangnya, di era modern sekarang penikmat kopi tubruk mulai tergeser oleh adanya kedai kedai maupun cafe kekinian yang lebih banyak menggunakan metode seduh manual seperti v60 ataupun aeropress.

Saya sebagai pecinta sekaligus penikmat kopi tubruk acap kali kesusahan untuk menemukan kopi tubruk di buku menu, tak jarang saya harus bertanya terlebih dahulu baik kepada pelayannya maupun  kepada baristanya itu sendiri. Ini bukan berarti tempat tersebut tidak menyediakannya lo ya. Karena saya yakin, metode seduh dengan cara ditubruk masih digunakan untuk kebutuhan cupping dan telah banyak bergeser dengan cara seduh yang lebih kekinian

Dari sekian banyaknya kedai maupun cafe kekinian, di tepian kota surabaya tepatnya di sekitaran surabaya timur terdapat kedai kopi sederhana yang hanya menjual kopinya dengan cara di “Tubruk”. Berada di jalan rungkut asri no 9, tempat yang bernama “Kopi Able” ini cukup nyaman untuk disinggahi kala sore hari sambil nyeruput kopi hitam nan hangat ini.

Berangkat dari kegelisahan yang sama dengan saya, beralihnya metode seduh kopi tubruk dengan metode baru seperti v60, aeropress hingga clever dripper sang owner bertransformasi dari kedai kopi pada umumnya yang menyajikan berbagai macam metode berubah menjadi kedai kopi yang mungkin masih dan menjadi satu satunya di bagian Surabaya Timur sebagai penjual kopi “Tubruk”.

Kopiable mampu mempresentasikan  tubruk sebagai salah satu bentuk seduhan yang paling banyak dinikmati. Menggunakan biji kopi yang telah disangrai dengan gaya tersendiri atau membeli dari para penyangrai kopi yang memiliki profil roasting berbeda dari kebanyakan kedai kedai lainnya, kopi able hadir menyajikan secangkir kopi tubruk dengan rasa yang berbeda.

Jika membahas metode seduhan kopi tubruk itu sendiri, ia memiliki beberapa variable sederhana yang membuatnya nampak rumit namun sederhana. Seperti proses adukkan yang tidak langsung dilakukan  setelah penuangan air, melainkan ditunggu beberapa waktu kemudian  dan harus di aduk dengan cepat hingga krema kopi muncul. Atau jika dalam sajian secangkir kopi tubruk tersebut terdapat biji quaker (biji kopi yang tidak masak) bisa dilakukan hanya dengan meminggirkannya ke tepian gelas tanpa perlu di aduk dengan cepat.Gaya seduhan klasik seperti inilah yang akhirnya menjadi ciri khas tersendiri dari kopi able jika dibandingkan dengan kopi tubruk di kedai kedai lainnya. Tak heran jika tempat ini acap kali di kunjungi para pelaku kopi baik untuk sharing seasion ataupun sekedar mencari inspirasi. Dengan ciri khas dan keunikannya “Kopi Able” patut di coba dan dikunjungi.

Kontributor : Puty Asiyah | @putyasiyah
Foto by. CoffeeTalk.id

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Archive