Back to Archive

Legenda Kopi Tubruk, Mitos atau Fakta?

Orang Indonesia mana yang tidak kenal kopi tubruk? Saya yakin hampir 99 persen masyarakat penikmat kopi pernah meminum kopi tubruk. Yah kopi dengan sajian dan cara seduh yang paling sederhana. Akan tetapi tahukah kamu kalau banyak mitos-mitos negatif tentang kopi tubruk sehingga anggapan bahwa kopi tubruk itu kuno, pahit, ga clean atau macam-macam lah. Itu semua mitos atau fakta? Padahal kopi tubruk sudah menjadi identitas ngopi di Indonesia sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam. Lantas kenapa kopi tubruk semakin terpinggirkan ditengah maraknya cara seduh modern? Trus kalau bukan kita siapa lagi yang akan mengulik tradisi yang sudah ada lebih dari 400 tahun silam? Yuk baca pelan-pelan tulisan dibawah ini.

Apa itu Kopi Tubruk?

Kopi tubruk adalah salah satu cara menyeduh kopi dengan cara menyiramkan air panas langsung kedalam cangkir yang sudah berisi bubuk kopi. Bisa dibilang Kopi Tubruk adalah cara paling sederhana dalam menyeduh kopi. Mayoritas kopi digiling halus, dan jika ada penambahan gula juga langsung dimasukkan sebelum air panas disiramkan. Apabila digiling kasar maka aroma akan lebih dapat kita hirup dan rasakan melalui indra penciuman, sehingga kitadapat mendefinisikan aroma kopi yang kita seduh

kata Tubruk berasal dari bahasa Jawa yang artinya “bertabrakan”. Yaitu bertabraknya kopi dan air (versi lain ada yang mengatakan bahwa kata tubruk berasal dari bahasa belanda, tetapi saya belum dapat literasi nya jadi sementara saya anggap kata Tubruk dari bahasa Jawa).

Sejarah Kopi Tubruk

Resep kopi tubruk dikenalkan para saudagar dari Timur Tengah 400 tahun silam. Sejak saat itu pula masyarakat kita menikmati kopi dengan cara tubruk atau diseduh langsung dengan cara menyiramkan air panas, baik itu pada bubuk kopinya, kulit daging maupun buahnya. Dan selama itu pula Kopi Tubruk dianggap sudah menjadi identitas ngopi di Indonesia.

Di tengah maraknya cara seduh modern, kopi tubruk masih manjadi favorit dalam menikmati kopi, terutama di pedesaan. Bahkan cara sederhana ini digunakan oleh seluruh dunia dalam mengidentifikasi karakter kopi, yang disebut Cupping. 

Macam-macam Kopi Tubruk

Dalam penyajian Kopi Tubruk banyak modifikasi yang dilakukan oleh masyarakat kita dalam menikmati kopi tubruk, baik dengan menambahkan bahan campuran (rempah, gula merah, arang panas) maupun cara minumnya (dibalik gelasnya). 

Masyarakat juga melakukan modifikasi dalam cara menyeduh, dimana biasanya bubuk kopi disiram air panas. Cara lainnya yaitu air panas terlebih dulu baru kopi dimasukkan. Dengan cara ini akan menghasilkan kopi yang lebih soft. 

Kopi Tubruk vs Cupping

Kopi tubruk menurut para ahli kopi bisa mengoptimal semua rasa yang ada pada kopi, sehingga cocok untuk mencari atau menguji cita rasa dari kopi itu sendiri. Jika melihat dari masyarakat Indonesia jaman dahulu, tentunya tak terpikirkan untuk bermaksud menguji cita rasa kopi atau biasa disebut cupping dengan cara tubruk. Masyarakat hanya memilih cara yang simple dan munculah cara tubruk.

Jadi apakah cupping memang mencontoh cara tubruk? atau sebaliknya? Entahlah kami belum menemukan literature yang pasti soal itu. yang jelas cupping sangat mirip dengan tubruk, dan hal ini membuktikan tubruk sudah mendunia meskipun dilihat dari caranya yang tradisional.

Definisi Kopi Tubruk adalah salah satu jenis minuman yang terbuat dari bahan dasar biji kopi. Sedangkan Cupping adalah proses menguji cita rasa (mengobservasi rasa) sebelum kopi dilempa ke pasaran atau tiba dalam sajian secangkir kopi.

Kopi Tubruk, Mitos atau Fakta?

Kopi adalah logika. Dalam teori fotografi ada yang namanya Trilogi Exposure untuk menghasilkan foto yang bagus, tajam dan jernih. Begitu pula di kopi. Ada tiga variabel penting yang menentukan hasil seduhan kopi menjadi nikmat. Yaitu Grind Size, Temperature dan Waktu. Jika source kopi nya udah bagus maka diseduh dengan cara apapun hasilnya pasti enak. tentu dengan memperhatikan tiga variabel diatas.

Kopi adalah Kompleksitas. Menikmati kopi adalah hal yang bersifat pribadi. Dalam arti nikmat atau tidaknya kopi yang kita minum bergantung pada selera (lidah) kita. Tidak ada kebenaran tunggal bagaimana lidah kita menikmati karakter kopi. Oleh sebab itu, sangat disayangkan jika kopi tubruk dianggap sebagai teknik penyajian kopi yang tidak begitu baik atau bagus, mengingat selera lidah dan juga kultur merupakan hal yang tidak seragam.

Sederhana tapi Mendunia. Dengan munculnya berbagai macam alat seduh manual, muncul juga anggapan bahwa kopi tubruk kurang baik, kopi tubruk itu kuno, kopi tubruk itu pahit, gak bisa clean, dan juga anggapan-anggapan negatif lainnya. Padahal seluruh Coffee Analyst menggunakan cara sederhana dalam menguji cita rasa sebuah kopi sebelum kopi yang enak di jual di pasaran.

Jadi bagaimana menurut kalian? yang ingin mendownload artikel tentang kopi tubruk bisa download disini)

Sekedar informasi, Kelas Kopi Bayar Buku #10 secara spesifik mengulas tentang kopi tubruk.

SEKILAS “KELAS KOPI BAYAR BUKU”

————————————————————————–

Kelas Kopi Bayar Buku adalah program reguler setiap bulan yang diadakan oleh CoffeeTalk.id

Kelas ini gratis dan terbuka untuk umum, peserta hanya diwajibkan membawa buku cerita anak sebagai syarat mengikuti kelas kopi.

Buku-buku yang terkumpul akan kami sumbangkan ke Taman Baca “Leda Bintang” di daerah Pedesaan Probolinggo dan desa-desa minim fasilitas lainnya. info taman baca bisa diakses di

 www.facebook.com/tamanbacaledabintang

Semoga dengan kegiatan ini dapat menambah wawasan kita tentang kopi dan industri kopi di Surabaya dan Jawa Timur.

#salamngopi

CONNECT – LEARN – SHARE

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Archive