APRESIASI KOPI DI AKHIR TAHUN 2018, DESA TAJI – BROMO

Sebagai seorang coffee eunthiast, saya tidak hanya sekedar mencicipi kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Saya juga acap kali menanyakan bagaimana cara menyeduhnya baik kepada barista maupun sang empunya. Dari sekedar obrolan cara menyeduh kopi dengan berbagai teknik hingga cara tanam bibit kopi itu sendiri. Obrolan tentang kopi selalu menarik perhatian saya, hingga beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk mengikuti acara menanam biji kopi di desa Taji, Kab. Malang yang juga bertepatan dengan pergantian tahun baru 2019. Di tahun 1970-1990 desa taji, kab malang merupakan penghasil kopi dengan kualitas baik. Sayangnya hal itu mulai bergeser dengan masyarakat yangg enggan menanam biji kopi dan lebih memilih untuk menanam sayur yang memiliki harga jual yang jauh lebih tinggi. Berawal dari kegelisahan seorang bintara pembina desa atau yang biasa disebut babinsa, di awal tahun 2011 pak Heru menanam bibit kopi di lahannya sendiri. Mendapat sambutan baik dari masyarakat, kini mulai banyak masyarakat desa taji yang kembali menanam bibit kopi.

Photo by Bonnie @bony_only

Setibanya saya di desa taji malang, saya disambut hangat oleh penduduk sekitar. Disanapun saya bertemu dengan peserta lainnya yang hendak ikut menanam bibit kopi. Kami diberikan suguhan makan siang yang begitu nikmat ala desa, kopi tubruk sederhana dan tak lupa pemandangan yang begitu indah. Walau sedikit cerah namun tetap tidak menghilangkan rasa sejuk di atas sana. Setelah kenyang dengan suguhan dari penduduk, haripun mulai berganti malam dan waktunya api unggun sekaligus menunggu pergantian tahun. Keesokan harinya, setelah sarapan pagi yang nikmat kamipun segera turun ke kebun dimana nanti kami akan menanam bibit kopi. Jarak tempuh kurang lebih 1 kg dan disarankan untuk menggunakan sepeda motor untuk menghemat waktu.

 

Dalam kesempatan ini pun saya tidak mau menyinyiakannya hanya dengan sekedar melihat lihat saja. Tiba saatnya saya dan peserta lainnya berada di kebun, sebelum penanaman bibit kopi kami diberikan intruksi serta penjelasan langkah langkahnya bagaimana cara menanamnya seperti jarak tanam dengan lubang diberikan jarak 1,5-2 meter dari lubang yang dibuat sekitar 0,5 meter persegi. Jika terjadi akar tunggang yang melingkar, akar bisa di potong sebelum di masukan ke lubang. Setelah bibit masuk kedalam lubang, kemudian diberikan sedikit seperti gundukan dan dibuatkan lingkaran disekitarnya agar saat penyiraman air tidak langsung masuk ke pangkal pohon. Jika tidak diberikan gundukan dan lingkaran di sekitar pohon, dikhawatirkannya air akan langsung masuk kedalam akar dan akan terjadi pembusukan Pemberian pupuk dapat diberikan setelah 3 bulan semai bibit, dengan tidak langsung memberikannya pada pangkal pohon namun diberikan pada batas kedudukan awal disamping pangkal pohon dengan pemberian satu sendok di 2 sisi dan akan terus bertahap mengikuti perkembangan dari pohon tersebut. Sebelum melakukan penanaman bibit kopi, disekitaran area lahan diberikan tanaman peneduh. Untuk arabica disarankan untuk memiliki pohon peneduh, sedang untuk robusta yang membutuhkan pohon peneduh setelah memasuki masa buah pohon peneduh akan dipangkas.

Di akhir acara, saya dan peserta lainnya berfoto bersama dan saling berpamitan satu sama lain. Disini saya belajar  banyak bahwa menanam bibit kopi perlu keseriusan dan perhatian yang sangat hati hati. Dalam hati kecil saya berkata : “Ah pengetahuan saya soal kopi masih sangat sedikit sekali. justru melalui kegiatan seperti ini akan menambah wawasan saya mengenai kopi dan membuat saya ingin mengenal lebih dekat bahkan ingin berkontribusi bagi kemajuan perkopian Indonesia, terutama bagi para petani kopi di hulu”

Semoga tahun depan masih ada dan lebih sering diadakan kegiatan apresiasi kopi di hulu dimana pegiat kopi di kota bisa lebih dekat dengan kehidupan kopi di semua lini. dengan begitu, kesadaran kita akan lebih besar bahwa Indonesia yang disebut sebagai surganya kopi dunia memang benar adanya.  Salam Ngopi

 

Reporter : Puty Asiyah | @putyasiyah

Editor : Agoessam | @agoessam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *